Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Bantul

19 November 2012 Tinggalkan komentar

Sahabat Anak, Perempuan dan Keluarga (SAPA) DIY bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan program kegiatan sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) yang berlangsung pada tanggal 8 Oktober 2012 dan berlokasi di ruang Induk lantai 3 Parasamnya, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bantul. Baca selanjutnya…

Regenerasi Forum Anak Bantul (FONABA) 2012-2013

25 Juni 2012 Tinggalkan komentar

PRESIA-Bantul, Pasca pelaksanaan Kongres Anak Bantul ke 3 yang berlangsung pada 27 Mei 2012, pengurus FONABA yang akan demosioner  melaksankan kegiatan Regenerasi kepegurusan yang bertujuan untuk melanjutkan estafeta kepengurusan kepada peserta Kongres Anak Bantul ke 3. Pelaksanaan Regenerasi FONABA ini dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Juni 2012 dan difasiltasi oleh Badan Kesejahteraan Keluarga, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKKPPKB) Kabupaten Bantul di Aula BKKPPKB Kabupaten Bantul. Baca selanjutnya…

Advokasi Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak tingkat Propinsi DIY

23 Juni 2012 Tinggalkan komentar

PRESIA-Yogyakarta, Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak yang ada di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul guna mewujudkan daerah masing-masing menjadi daerah yang layak bagi anak baik dari sisi fasilitas fisik maupun non fisik tidak hanya menjadi fokus perhatian dari ketiga kabupaten/kota tersebut. Pengembangan Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) ternyata juga menjadi perhatian khusus oleh Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Gugus Tugas KLA tingkat Propinsi DIY yang telah dibentuk pada 7 Mei 2012 di Gowongan Inn, hal ini disampaikan oleh Dra. Sri Hartati, SKM, M.Kes (Kepala Bidang Perlindungan Hak-hak Perempuan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Propinsi DIY) dalam acara Advokasi Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak tingkat Propinsi DIY pada hari Jumat, 22 Juni 2012 di Badan Pemeberdayaan Perempuan dan Masyarakat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.  Baca selanjutnya…

Kongres Anak Bantul # 3 “Suara Anak Suara Kejujuran”

PRESIA-Bantul, Salah satu wujud pemenuhan hak asasi anak dalam hal partisipasi adalah mempersiapkan wadah komunikasi melalui bentuk musyawarah yang dikenal dengan Kongres Anak. Kegiatan Kongres Anak ini merupakan suatu media untuk berkumpulnya anak-anak dalam menyalurkan aspirasi mereka kepada pemerintah setempat, seperti halnya yang dilakukan oleh Forum Anak Bantul melalui pelaksanaan Kongres Anak Bantul yang ketiga dengan tema kegiatan “Suara Anak Suara Kejujuran” di Komplek Parasamya Kabupaten Bantul pada Minggu, 27 Mei 2012. Baca selanjutnya…

Diskusi Publik dan Pemutaran Film “Nikah Sirri” dalam Rangka Hari Kartini 2012

22 April 2012 Tinggalkan komentar

PRESIA-Sleman, Kebangkitan gerakan perempuan di Indonesia selama ini selalu didentikkan dengan peringatan Hari Kartini, melalui kegiatan-kegiatan yang bernuansa perempuan seperti lomba memasak, fashion show, rias dan lain sebagainya dengan perempuan yang diajadikan subyek dari kegiatan tersebut, apakah seperti demikan makna dari peringatan Hari Kartini tersebut? Perdebatan kenapa harus ada hari Kartini bisa dikatakan sudah usai atau bahkan belum usai sama sekali, namun dibalik hal tersebut adalah esensi dari pergerakan perempuan Indonesia yang pada saat itu dan bahkan sampai sekarang adalah dalam upaya untuk mendobrak budaya Patriakhi, Feodalisme dan domestifikasi peran perempuan yang selama ini hanya dilakukan oleh kaum perempuan saja.
Upaya kebangkitan perempuan juga patut disayangkan karena masih banyak sebagian perempuan yang tidak peduli dengan gerakan ini apalagi kaum laki-laki yang dianggap “musuh” oleh penggiat isu perempuan, anak dan gender di Indonesia, karena isu-isu tentang pemenuhan dan perlindungan hak perempuan serta anak hanya dianggap sebagai gerakan yang hanya dilakukan oleh perempuan.
Pemahaman umum bahwa laki-laki tidak peduli atau bahkan memusuhi dengan gerakan perempuan, dapat dilihat lebih dalam dimana adanya pemahaman yang ingin mendudukan perempuan dan laki-laki “bertarung” untuk saling mendominasi antar pihak sehingga tentunya akan merugikan setiap pihak dan hanya menguntungkan bagi kaum-kaum tertentu yang masih memegang teguh konsep patriakhi dan feodalisme atau kiearkhi dalam konsep dirinya. Padahal dalam perkembangannya, banyak laki-laki yang ternyata tidak nyaman dengan konsep tersebut dan pendikotomian antara peran domestik serta publik berdasarkan jenis kelamin juga sudah tidak tepat lagi pada era sekarang, sehingga lambat laun kelompok-kelompok laki-laki tersebut maupun perseorangan mulai mengambil peran untuk mendukung gerakan-gerakan kesetaraan dan keadilan gender yang selama ini dianggap hanya banyak didengungkan oleh rekan-rekan perempuan saja.
Baca selanjutnya…

Lowongan Volunteer SAPA

5 April 2012 Tinggalkan komentar

Andakah yang kami butuhkan untuk mendampingi Anak dan Perempuan?

Sahabat Anak, Perempuan dan Keluarga (SAPA) adalah salah satu lembaga nirlaba yang hadir dengan mengusung isu pemenuhan dan perlindungan hak asasi perempuan serta anak, selain itu berusaha mewujudkan suatu komunitas keluarga yang harmonis dan berkeadilan serta berkesetaraan gender. Pada saat ini SAPA mengundang para pemuda/i yang ingin bergabung dan belajar bersama dengan manajemen SAPA terutama dalam hal pendampingan bagi anak dan perempuan korban kekerasan di wilayah DIY dan sekitarnya. Berikut kriteria dan ruang lingkup kerjanya: Baca selanjutnya…

RAZIA HP BERBUNTUT KEKERASAN OLEH GURU

16 Februari 2012 2 komentar

PRESIA-Bantul, Kekerasan dalam sekolah menjadi sebuah fenomena yang sering disoroti oleh media masa. Kejadian tersebut juga terjadi dan terulang kembali di salah satu sekolah di Kabupaten Bantul, dimana ada sebuah peristiwa yang sangat memalukan dan merendahkan harkat serta martabat para murid. Kejadian itu bermula pada saat diadakan razia video porno pada tanggal 11 November 2011, semua guru menyita HP (Handphone/Telepon genggam) milik para murid, lalu ada Hp yang pada saat itu isinya dibuka oleh guru kesiswaan yang berinisial “T”, setelah dibuka ternyata ditemukan ada video porno. Akhirnya guru tersebut marah-marah kepada murid tersebut guru yang kemudian membanting semua HP yang sudah  dia sita, kemudian diinjak-injak, hingga HP tersebut tidak berbentuk lagi. Tindakan guru ini juga dibenarkan oleh seorang siswa yang tidak mau disebutkan namanya. Baca selanjutnya…

Kategori:Anak, Keluarga