Beranda > Anak > BAGI – BAGI STIKER, UNJUK KEPEDULIAN PADA ODHA

BAGI – BAGI STIKER, UNJUK KEPEDULIAN PADA ODHA

Sampai sekarang diskriminasi kepada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) masih terjadi, baik dalam hal pekerjaan ataupun pelayanan kesehatan. Alasannya cukup simpel, takut tertular HIV (Human Imunno dificency Virus). Sebagai wujud kepedulian terhadap ODHA dan menghilangkan diskriminasi tersebut, Kamis (1 Desember 2011), dalam rangka Hari HIV/AIDS se-Dunia, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) Provinsi DIY serta Sahabat Anak, Perempuan dan Keluarga (SAPA) mengadakan kepedulian bagi-bagi stiker HIV/AIDS.

Menurut ketua kegiatan, Dwi Cahyo Maristyawan S.Psi M.Psi, stiker yang dibagikan sebanyak 2000 stiker mengambil 5 wilayah di Kabupaten Bantul. “5 wilayah tersebut perempatan parangtritis ringroad selatan dari arah timur dan barat, perempatan bakulan bantul dari arah utara dan selatan, simpanglima bejen bantul dari arah timur dan barat, perempatan gose bantul dari arah utara dan selatan serta perempatan klodran dari arah timur dan barat. Setiap wilayah masing – masing ada koordinatornya,” jelas seksi bidang Remaja, Kesehatan Reproduksi dan PIK Remaja/Mahasiswa BKK PP dan KB Kabupaten Bantul ini.

Cahyo menambahkan kegiatan bertema “Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya” kali ini baru pertama kali digelar dan diikuti oleh  pengurus PIK Remaja Kabupaten Bantul, SAPA, SMA N 3 Bantul, SMK N 1 Pundong Bantul, SMK Muhammadiyah 2 Bantul, SMK Kesehatan Bantul dan Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta. Adapun sasaran pembagian stiker khususnya pada remaja dan masyarakat pengguna jalan pada umumnya. Tujuannya tidak lain untuk mensosialisasikan dampak dan bahaya HIV serta penularannya, selain itu untuk menghilangkan stigma buruk dari masyarakat dan pelayanan kesehatan pada ODHA (Orang Dengan HIV AIDS).

“Kita tak akan tertular walaupun berjabat tangan, berpelukan maupun berpergian dengan ODHA. ODHA perlu didampingi ataupun didekati, bukan malah menjauhi. Jangan takut,” ujarnya sebelum pelaksanaan kegiatan.

Disinggung soal apakah bisa orang sehat tertular, pendamping Pusat Informasi dan Konseling Remaja Kabupaten Bantul ini menandaskan asalkan kita teliti dan hati-hati tentunya tidak akan tertular. Penggunaan jarum suntik, tranfusi darah dan tato itulah yang harus diwaspadai. Kalau perlu jangan segan-segan saat akan disuntik minta jarum suntik yang masih baru.

Kegiatan pembagian stiker juga serentak dilakukan oleh Kabupaten/Kota seluruh Provinsi DIY tepat pukul 14.00 WIB. Selain pembagian stiker, juga dibagikan edisi perdana Media Kreatifitas Anak Jogja “PRESIA” (Apreasiasi dan Kreasi Anak Jogja) di Kabupaten Bantul. (Atik & Mitha) (PRESIA Edisi II cetak)

Kategori:Anak Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: