Beranda > Anak, Keluarga > RAZIA HP BERBUNTUT KEKERASAN OLEH GURU

RAZIA HP BERBUNTUT KEKERASAN OLEH GURU

PRESIA-Bantul, Kekerasan dalam sekolah menjadi sebuah fenomena yang sering disoroti oleh media masa. Kejadian tersebut juga terjadi dan terulang kembali di salah satu sekolah di Kabupaten Bantul, dimana ada sebuah peristiwa yang sangat memalukan dan merendahkan harkat serta martabat para murid. Kejadian itu bermula pada saat diadakan razia video porno pada tanggal 11 November 2011, semua guru menyita HP (Handphone/Telepon genggam) milik para murid, lalu ada Hp yang pada saat itu isinya dibuka oleh guru kesiswaan yang berinisial “T”, setelah dibuka ternyata ditemukan ada video porno. Akhirnya guru tersebut marah-marah kepada murid tersebut guru yang kemudian membanting semua HP yang sudah  dia sita, kemudian diinjak-injak, hingga HP tersebut tidak berbentuk lagi. Tindakan guru ini juga dibenarkan oleh seorang siswa yang tidak mau disebutkan namanya.

Sebenarnya tidak semua HP siswa yang mempunyai video porno, dan tindakan tersebut terlalu berlebihan serta tidak sepantasnya tersebut dilakukan karena selain tidak memberikan pendidikan yang baik bagi murid juga secara ekonomi, HP yang dihancurkan merugikan murid tersebut apalagi pada umumnya HP tersebut dibelikan oleh orang tua masing-masing murid. Akibat perbuatan guru tersebut, seorang ibu dari seorang murid yang HP-nya dihancurkan oleh guru tersebut datang ke sekolah dan memarahi guru yang telah semena-mena terhadap anaknya tersebut. Apalagi Hp yang dirusak memerlukan penggantian dengan biaya yang tidak sedikit.

Peristiwa di atas termasuk dalam Tension Building Phase (fase pembangunan ketegangan) karena kekerasan di atas ditimbulkan oleh kesalahpahaman seorang guru terhadap muridnya. Kekerasan yang dilakukan guru tersebut bisa menimbulkan kekerasan balasan yang semakin brutal oleh korban bilamana kekesalan semakin lama terus memuncak. Peristiwa tersebut termasuk pula dalam pelanggaran terhadap hak asasi anak yaitu hak atas perlindungan. Sudah seharusnya setiap guru menyadari bahwa setiap tindakannya akan ditiru oleh murid dikemudian hari.

Namun sangat disayangkan perilaku guru tersebut tidak ditindak oleh pihak yang berwenang khususnya dari pihak sekolah, walaupun ada reaksi oleh orang tua murid, namun pertanggungjawaban oleh guru tersebut dengan mengganti kerugian para murid yang HP-nya telah dirusak tidak dilakukan, padahal dalam kasus ini sang guru dapat dituntut secara pidana dengan tuntutan pengerusakan barang milik orang lain dan secara perdata dapat digugat karena melakukan perbuatan melawan hukum.

Agar tidak terjadi kekekerasan dalam sekolah perlu kiranya untuk melakukan hubungan yang sehat antara guru dan murid. Dan kalau ada masalah, harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik dari hati ke hati tanpa adanya amarah dan dendam. Besar harapan agar kekerasan di sekolah tidak terjadi lagi karena sekolah merupakan tempat bagi setiap murid untuk meraih ilmu dan menjadi manusia yang berkepribadian terpuji untuk membangun negara Indonesia menjadi lebih maju lagi. Selain itu perlu adanya penyadaran bagi setiap pihak di sekolah baik murid, guru, pekerja di sekolah dan pihak-pihak lain yang ada di sekolah untuk mulai mengerti tentang konsep kekerasan di sekolah (school bullying), dan penghormatan atas hak asasi anak, bukan dengan menolak isu tersebut dan merasa gerah jika ada upaya sosialisasi tentang hal tersebut di sekolah. (Herry) (PRESIA Edisi II Cetak)

Kategori:Anak, Keluarga
  1. nurhadi
    20 April 2012 pukul 17:40

    kalo semua pendidik berprilaku spt ini, mo kemn arah pendidikan kita????sgl sesuatu hanya dilihat dr akibat tanpa melihat sebab….selayaknya ybs dipidanakan/perdatakan,spy ybs tau kalo kita hidp di negara hukum,bukan bar2….tx

    • 1 Maret 2013 pukul 13:50

      sangat disayangkan ternyata banyak pendidik yg beranggapan hal ini wajar, tapi tidak sedikit pula yg lain beranggapan ini tindakan tidak terpuji

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: